Hiperaktif

HIPERAKTIF

Hiperaktif adalah suatu kondisi di mana anak tidak bisa diam untuk waktu lima menit sekalipun, atau mempunyai taraf aktivitas berlebihan.

Meskipun penyebab utama kondisi belum diketahui secara pasti, tetapi yang jelas pada anak hiperaktif ada kerusakan kecil pada fungsi sistem saraf pusatnya.

Akibatnya rentang konsentrasi mereka sangat pendek dengan kendali rentang yang lemah. Anak menjadi tidak mampu memusatkan perhatian pada satu tugas tertentu karena perhatiaanya begitu cepat beralih ke kegiatan lain.

Attention Deficit Disorder ( ADD )

Di AS dewasa ini para ahli mempergunakan istilah yang lebih akurat untuk hiperaktif, yaitu ADD.

Waktu untuk mendeteksi ADD cukup lama serta diperlukan beberapa ahli seperti neurolog atau psikolog untuk mendiagnosa apakah tingkah laku anak tsb benar-benar hiperaktif atau hanya sekedar lasak.

Namun demikian guru dan orang tua tetap bisa memantau kehiperaktifan anak dengan mengenali gejalanya.

Masalah yang dihadapi di rumah :

  1. Gelisah, tidak bisa tenang
  2. Suka menggangu percakapan orang
  3. Perhatiannya mudah teralih
  4. Daya tahan terhadap frustasi sangat rendah

Masalah yang dihadapi anak di sekolah :

  1. Tugas-tugas tidak pernah terselesaikan
  2. Tidak menyimak, pelupa
  3. Selalu gelisah, cerewet, perhatiannya sering terpecah
  4. Nilai dan prestasinya di bawah kemampuan

Masalah dengan orang lain :

  1. Emosinya mudah kacau
  2. Sulit menerima kekalahan dalam bermain
  3. Sulit berbagi dan bekerja sama
  4. Sukar bergaul dan berteman

Bagaimana penanganannya ?

  • Penanggulangan kasus hiperaktivitas pada prinsipnya berbeda-beda antara anak  yang satu dengan lainnya, tergantung pada tingkat gangguan yang diderita anak.
  • Bila gangguannya ringan, dapat ditangani lewat bimbingan dan konseling serta pendidikan khusus guna memperbaiki perilaku anak.
  • Pada beberapa anak ada yang membutuhkan terapi psikologis untuk mengatasi stress dan konflik-konflik yang berkaitan dengan hubungan sosial.
  • Bila ganguan itu cukup parah, kemungkinan besar perlu ditunjang dengan pemberian obat, agar anak mampu berkomunikasi.
  • Namun, umumnya para ahli tidak menyarankan digunakannya obat-obatan sebagai sarana terapi tunggal, tetapi juga harus dilengkapi dengan terapi psikologis guna mengatasi masalah perilaku anak. Itu sebabnya untuk menanggulangi masalah hiperaktivitas dibutuhkan penanganan yang teliti, menyeluruh dan terpadu di antara beberapa ahli.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s